Perlunya Seorang Mentor
SETANGKAI EIDELWIS Perlunya Seorang Mentor Ibu saya mukanya berubah kayak permen nano nano saat mendengar saya yang baru kelas 1 SMA waktu itu meminta ijin untuk mendaki gunung. Ibu bukan cuma kaget 1/2 modar, tapi kaget 3/4 modar. Apa kamu kuat nak? Mudah mudahan kuat ibu, karena setiap sore saya sudah menggembleng fisik dengan berlari lari. Apa kamu tidak takut nak? Di gunung gelap dan siapa tahu banyak hantu. Tidak ibu, karena saya membawa senter, dan juga bersama-sama banyak teman. Apa tidak takut nyasar nak, seperti sering ibu dengar di koran ada pendaki yang tersesat? Rombongan kami akan dibagi bagi menjadi maksimal 5 orang per regu, dan tiap regu didampingi oleh seorang pemandu yang sudah mendaki gunung tersebut lebih dari 5x, yang sudah hafal jalan dan medannya. Apakah nanti tidak kelaparan diatas gunung sana? Tidak bu. Sebelum mendaki kami sudah diberikan training, bahwa perjalanan dari camp ke puncak kami tempuh 6 jam, dengan 6 pos istirahat. Seleb...